Mengungkap Cerita Re:Zero di Light Novel Review

Posted on

Suguhan cerita menarik dari para autor Jepang yang menampilkan dunia fantasi memang tidak pernah ada habisnya. Karena memang cenderung negara Jepang memang menjadi salah satu negara terdepan dalam memproduksi berbagai macam game tema-fantasy seperti Final Fantasy, Rune Factory, dan lain sebagainya.

Karena keantusiasan para penggemar game tersebut, banyak pula light novel yang mengambil tema sama, yaitu membawa si protagonist dari dunia kita ke dunia fantasi secara paksa. Beberapa yang paling terkenal adalah Sword Art Online dan Re:Zero. Jika SAO bertema game visual, berbeda dengan Re:Zero yang membawa si protagonist langsung ke dunia fantasy secara tiba-tiba dengan suasana yang lebih sedikit menakutkan.

Re Zero Light Novel

Re:Zero juga sudah diangkat menjadi anime sebanyak 25 episode, dan masih bersambung hingga saat ini. Saya pribadi menunggu season 2 nya muncul. Karena tidak sabar, saya pun akhirnya mencoba untuk membeli versi light-novel nya yang langsung ditulis oleh pengarangnya secara langsung.

Light Novel sendiri berbahasa Jepang, tetapi untungnya sudah terdapat publisher yang melisensi mahakarya tersebut ke dalam Bahasa Inggris. Nah, bagi anda yang ingin mencari tahu lebih detail mengenai Re:Zero, anda bisa mengunjungi situs light novel review yang secara khusus menambilkan berbagai macam karakter yang terdapat dalam plot cerita tersebut jika masih ragu untuk membelinya.

Tetapi jika anda memang sudah menyukai cerita bertema fanasi seperti itu, seperti halnya The Lord of the Rings, Harry Potter, Sword Art Online, dan lain sebagainya, maka Re:Zero bisa menjadi pertimbangan untuk anda. Saya pribadi benar-benar menyukainya dan sudah memiliki 4 volume hingga saat ini. Sementara volume 5 akan segera dirilis, saya pasti akan langsung membelinya berapapun harganya.

Sama halnya seperti cerita drama yang lainnya, Re:Zero juga memiliki kisah cinta sebagai pemanisnya. Tetapi plot dari Re:Zero lebih berfokus pada taktik pertempuran dan bagaimana si pemeran utama merasa tersiksa dengan kemampuannya yang dapat “kembali dari kematian”. Ketika itu terjadi, dia akan kembali ke masa lalu dan harus mencegah hal buruk terjadi,

Tetapi ketika dia gagal melakukannya, dia akan mati dan dihidupkan kembali. Selintas itu memang mengasyikkan, tetapi rasa sakit dari kematian tidak bisa terbantahkan, setidaknya begitulah menurut si protagonist dari light novel Re:Zero. Sehingga tak jarang membuatnya merasa stres dan terkena tekanan mental dari waktu ke waktu. Terlebih ketika dia harus melihat seseorang yang dia sayangi mati secara berkali-kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *